Admin
Penulis
JOMBANG — Kehadiran delegasi BMT NU Lumajang dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat jejaring kelembagaan serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan lembaga keuangan syariah.
Agenda tersebut diisi dengan keikutsertaan delegasi dalam forum Serial Mujalasah bertema "Gerakan Ekonomi Nahdliyin" yang diselenggarakan oleh Asosiasi BMT NU Jawa Timur. Dalam kesempatan ini, BMT NU Lumajang mendapat kehormatan untuk sharing rekam jejak, perjalanan, serta strategi pengembangan lembaga sejak awal berdiri pada tahun 2020.
Dalam sesi pemaparan tersebut, disampaikan bahwa capaian yang diraih BMT NU Lumajang saat ini tidak terlepas dari peran penting para mentor dan dukungan berbagai pihak.
"Perjalanan dan progres BMT NU Lumajang sejak awal berdiri pada tahun 2020 hingga mampu mencapai hasil seperti hari ini tidak lepas dari support luar biasa BMT NU Jombang. Bantuan, arahan, serta bimbingan yang diberikan sejak awal menjadi bagian penting dalam perjalanan BMT NU Lumajang," ungkap Imron Jalil.
Imron Jalil juga menambahkan bahwa keberhasilan dalam membangun lembaga tidak menuntut seseorang untuk harus menjadi yang paling pintar atau paling hebat.
"Yang terpenting adalah memilih mentor yang baik, belajar dari figur yang sudah terbukti sukses, dan konsisten menjalankan operasional sesuai SOP serta mekanisme yang teruji," imbuhnya.
Lebih lanjut, progres positif lembaga ini juga merupakan hasil dari sinergi dan dukungan struktural jajaran pengurus PCNU Lumajang. Komitmen tersebut terwujud nyata melalui keterlibatan aktif pengurus yang telah menjadi anggota sekaligus memanfaatkan produk simpanan, serta terjalinnya kerja sama strategis dengan berbagai lembaga di bawah naungan PCNU.
Bagi BMT NU Lumajang, keikutsertaan dalam forum ini bukan sekadar ruang evaluasi pertumbuhan finansial, melainkan bagian dari ikhtiar panjang untuk terus berkhidmat, merawat kepercayaan, dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat.