Menu Utama

© 2025 BMT NU Lumajang
Mobile Experience v1.0

Kembali ke Berita
Edukasi9 Februari 2026

Pentingnya Mengelola Keuangan Sejak Dini untuk Santri

Pentingnya Mengelola Keuangan Sejak Dini untuk Santri

Admin

Penulis

LUMAJANG – Kehidupan di pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama dan kemandirian dalam mengurus diri sendiri, tetapi juga menjadi "kawah candradimuka" bagi para santri untuk belajar mengelola keuangan. Jauh dari orang tua menuntut santri untuk bijak mengatur uang saku agar cukup untuk kebutuhan makan, membeli kitab, hingga keperluan sehari-hari selama sebulan penuh.

Mengelola keuangan sejak dini bukan sekadar soal berhemat, melainkan soal menanamkan pola pikir (mindset) anti-boros dan menghargai nilai uang. Dalam Islam, perilaku boros atau menghambur-hamburkan harta (tabdzir) sangat tidak disukai Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Isra ayat 27.

Lantas, bagaimana cara santri memulai pengelolaan keuangan yang baik? Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa diterapkan:

  1. Buat Skala Prioritas (Needs vs Wants) Santri harus bisa membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Kebutuhan adalah hal yang wajib dipenuhi, seperti sabun mandi, peralatan tulis, dan kitab. Sedangkan keinginan adalah hal yang bisa ditunda, seperti jajan berlebihan atau membeli pakaian baru di luar kebutuhan utama.

  2. Catat Pemasukan dan Pengeluaran Mencatat setiap uang yang keluar tampak sepele, namun dampaknya besar. Dengan mencatat, santri bisa mengevaluasi ke mana uang mereka "lari". Apakah terlalu banyak jajan? Atau ada pengeluaran tak terduga? Evaluasi ini membantu mengerem pengeluaran di bulan berikutnya.

  3. Rumus "Sisihkan, Bukan Sisakan" Kesalahan terbesar dalam menabung adalah menunggu uang sisa di akhir bulan. Rumus yang benar adalah menyisihkan uang di awal saat kiriman orang tua baru datang. Misalnya, jika mendapat kiriman Rp 500.000, langsung sisihkan Rp 20.000 atau Rp 50.000 untuk ditabung.

  4. Simpan di Tempat yang Aman dan Berkah Menyimpan uang tunai di lemari seringkali berisiko hilang atau terpakai untuk hal yang tidak perlu. Solusi terbaik adalah menyimpannya di lembaga keuangan syariah yang terpercaya.

Peran BMT NU Lumajang Sebagai lembaga keuangan milik umat, KSPPS BMT NU Lumajang mendukung penuh gerakan literasi keuangan di kalangan santri. Melalui produk Tabungan Sirela (Sukarela) yang setoran awalnya sangat ringan (mulai Rp 20.000) dan setoran selanjutnya bisa mulai Rp 5.000, santri bisa belajar menabung sedikit demi sedikit.

Selain aman, menabung di BMT NU Lumajang juga menjamin dana dikelola sesuai prinsip syariah, sehingga hati lebih tenang dan insyaAllah lebih berkah.

Mari jadikan masa muda di pesantren sebagai momentum untuk mencetak generasi yang tidak hanya sholeh secara spiritual, tetapi juga cerdas secara finansial.